FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NASABAH MENABUNG DI BANK BNI SYARIAH
Nama : Ahmad Harish
NPM : 27211929
Kelas : 4EB21
PENDAHULUAN
Salah
satu upaya penting yang perlu dilakukan untuk meningkatkan market share perbankan syariah nasional adalah dengan
menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dan kalangan dunia usaha
untuk menabung di bank syariah. Artikel ini mencoba membahas
hal tersebut dengan mengambil studi kasus salah satu bank umum syariah, yaitu
BNI Syariah, dimana penelitian ini difokuskan pada produk Tabungan Syariah Plus bank tersebut di
Jakarta.
Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data
primer diperoleh dari Bank BNI Syariah di Jakarta, melalui pengisian kuesioner
oleh nasabah yang menggunakan produk tabungan syariah plus. Dengan
demikian, data yang digunakan merupakan data cross-section. Adapun data
sekunder diperoleh dari BNI Syariah dan sumber lain yang relevan.
Metode
analisis yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
Ordinary Least Square (OLS). Metode yang digunakan adalah metode survei dan
analisis data dengan Regresi Linier, dengan melihat adanya pengaruh ekonomi,
pelayanan, dan motivasi yang mempengaruhi keputusan nasabah untuk menabung di
Bank BNI Syariah di Jakarta. Data primer dilakukan dengan menyebarkan kuisioner
kepada responden. Total responden yang diteliti sebanyak 144 orang adalah
nasabah yang menggunakan produk Tabungan Syariah Plus.
Berdasarkan
hasil penelitian, dapat diketahui bahwa respon responden pada pengunaan produk
mudharabah Bank BNI Syariah di Jakarta terhadap tabungan syariah plus mencapai
angka 70,14 persen. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan keinginan nasabah
untuk membuka deposito di Bank BNI Syariah Jakarta. Sebagian besar responden
(72,22 persen) beralasan memilih produk mudharabah pada bank tersebut karena
memakai sistem bagi hasil (lihat Tabel 1). Artinya, bagi hasil menjadi daya
tarik masyarakat untuk menggunakan produk syariah. Sedangkan 21,53 persen
responden mengaku kurang mengetahui sistem syariah yang sedang berkembang di
perbankan Indonesia.
Selanjutnya,
variabel ekonomi pada penelitian ini dilihat dari pekerjaan dan pendapatan
perbulan responden yang menjadinasabah Bank BNI Syariah .Jakarta. Berdasarkan
variabel ekonomi (Xl), dapat diketahui bahwa pada item pekerjaan, responden
yang menabung di Bank BNI Syariah sebagian besar bekerja sebagai karyawan BUMN
sebesar 37,50 persen, 25 persen bekerja sebagai pegawai swasta, 15,97 persen
sebagai wiraswasta dan sisanya (0,69 persen) adalah PNS/TNI. Selain itu,
kelompok mahasiswa juga berperan aktif dalam penggunaan produk Tabungan Syariah
Plus ini, yakni sebesar 20.83 persen.
Pada
item penghasilan, responden yang menabung di Bank BNI Syariah sebagian besar
berpenghasilan Rp 500.000,00 hingga Rp 1.500.000,00 (40,28 persen), dan 22.22
persen responden berpenghasilan Rp 3.000.000,00 hingga Rp 5.000.000,00. Data
ini menunjukkan bahwan nasabah yang sudah bekerja dan berpenghasilan tetap
sangat mempengaruhi perkembangan nilai tabungan syariah plus di Bank BNI
Syariah. Hal ini juga dipengaruhi oleh peran mahasiswa yang ikut andil dalam
menggunakan produk tabungan syariah plus di Bank BNI Syariah.
Selanjutnya,
variabel motivasi pada penelitian ini dilihat dari agama atau fatwa,serta
lokasi bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,97 persen responden sangat
setuju dengan fatwa bahwa bunga bank adalah haram, yang mengharuskan responden
untuk menabung di bank syariah termasuk Bank BNI Syariah. Kemudian 76,39 persen
responden juga setuju dengan prinsip bagi hasil yang digunakan oleh Bank BNI
Syariah, hanya 3,47 persen saja yang ragu-ragu. Sedangkan khusus lokasi bank,
hanya 13,9 persen saja responden yang setuju bahwa lokasi BNI Syariah di
Jakarta sangat strategis.
Mayoritas
responden pun menyetujui bahwa pelayanan pihak bank sudah baik (80,56 persen).
Kemudian, sebanyak 83,33 persen responden menyetujui bahwa resiko yang
ditanggung bersama oleh bank dan nasabah, menjadi pertimbangan nasabah untuk
menggunakan produk pada bank syariah. Yang menarik, 56,25 persen nasabah juga
setuju bahwa biaya administrasi BNI Syariah lebih murah bila dibandingkan
dengan bank konvensional.
KESIMPULAN
Berdasarkan dari analisis dan pembahasan yang saya amatu, maka dapat disimpulkan beberapa alasan, antara lain yang Pertama, masyarakat menabung di bank syariah, khususnya
di BNI Syariah Jakarta, dikarenakan bank tersebut menawarkan produk-produk
syariah yang sesuai dengan prinsip syariah Islam. yang Kedua, sistem bagi hasil yang
ada, dianggap oleh responden telah sesuai dengan syariah Islam. Dan yang Ketiga,
faktor-faktor yang mempengaruhi respon nasabah menggunakan produk tabungan
syariah adalah variabel ekonomi, pelayanan, dan motivasi, dimana
ketiganya mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah
untuk menggunakan produk tabungan syariah.
PERUMUSAN MASALAH:
1. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kurang minatnya masyarakat untuk menabung di Bank BNI SYARIAH ?
2. Bagaimana Strategi yang harus dilakukan oleh BANK BNI SYARIAH ?
REFERENSI
Jaenal Effendi, Dosen IE-FEM IPB dan Kandidat Doktor
Georg-August University Jerman
Vebriani Ziliwu, Alumni Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB
Sumber : EkonomiIslami.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar