Jumat, 28 Oktober 2011

Kamis, 27 Oktober 2011


Planning for an Achievement (Pengantar Manajemen)

Sedikit Sejarah Tentang LBPP LIA

Tempat bimbingan belajar Bahasa Inggris LBPP LIA didirikan pada tanggal 7 September 1959 di jalan Veteran Jakarta Pusat, pada saat awalnya kegiatan LIA masih terbatas pada pengajaran Bahasa Inggris;

Pada tahun 1981, sesuai dengan Peraturan Menteri Luar Negeri, nama LIA diubah menjadi Perhimpunan Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA)

Pada tahun 1986 dibentuk sebuah yayasan dengan nama YAYASAN LIA yang secara hukum terpisah dari PPIA. Nama LIA bukan merupakan singkatan; dengan dibentuknya yayasan ini, diberlakukanlah pembagian tugas dimana PPIA menangani misi kebudayaan antar Indonesia dan Amerika Serikat, sedangkan YAYASAN LIA mengkhususkan diri di bidang pendidikan dan pelatihan.


VISI YAYASAN LIA


Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan, terutama dalam bahasa asing.


MISI YAYASAN LIA


Menjadi pusat pembelajaran yang terbaik dan tersebar di Indonesia melalui berbagai program pendidikan dan sarana penunjang, terutama pendidikan bahasa.


Yang Sudah Diraih Untuk Mencapai Visi:*





1998 - LB LIA Pramuka - Juara 1 - Lomba Kursus Bahasa Inggris Tingkat Nasional




2006 - LBPP LIA Bogor - Juara 1 - Lomba Kursus Bahasa Inggris Tingkat Nasional



2007 - LBPP LIA Palembang - Juara 1 - Lomba Kursus Bahasa Inggris Tingkat Nasional



LBPP LIA Depok - Juara 3 - Lomba Kursus Bahasa Inggris Tingkat Nasional



2009 - LBPP LIA Mercu Buana - Juara 2 - Lomba Kursus Bahasa Inggris Tingkat Nasional




HOW LIA TEACHERS EDUCATE THE STUDENTS*


A self-sufficient language center
The growth of LIA and its role in English language teaching (ELT) makes it unique in Indonesia. The size of its student population easily identifies LIA as one of the largest non-franchised ELT centers. In the course of time, LIA has brought into focus standardizations of quality through continuous improvements in its academic operations and student administration. LIA is one of the few operators in Indonesia that has its own pre- and in-service training programs, designs its own curriculum and assessments, publishes and prints its own textbooks. Pre- and in-service training programs aim at developing and nurturing LIA teachers’ profile, FIESTA:

Fun & friendly
Interactive
Explorative

Systematic
Technology savvy
Autonomous & independent
Those qualities of the FIESTA teachers support LIA’s principles and features of language teaching and learning:
- Learning English is FUN
- Learning more than just English
- Learning how to learn


A magazine publisher as well
To encourage extensive reading habits in English, LIA publishes two magazines – Cool ‘n Smart (C’nS) for high school and college students, and C’nS Junior for primary school students. These magazines are part of materials used in LIA’s General English Programs:
- English for Adults
- English for Teens
- English for Adults





The English Proficiency Test (EPT™) & Business English Test (BET™)
Aside from the English language programs, LIA has developed EPT™ LIA’s which provides score prediction for the paper-based TOEFL. EPT™ has been used and accepted widely in Indonesia. Public and private institutions have set the EPT™ scores required for placements, promotions, scholarships, and admissions to Master’s degree programs. BET™ is the most recently developed proficiency test for business/workplace English. BET™ scores are LIA’s predictions for TOEIC.


The driving forces behind LIA
LIA owes its existence to the vision of its board of advisors who has steered LIA through all weathers, and a dedicated task force of more than 1,000 academic staff and teachers, 900 support staff who serve over 60,000 students per quarterly. LIA, in short, has come a long way from its inception 50 years ago.


A Commitment to quality learning
With its longstanding experience in language teaching and in its “golden” experience, LIA reaffirms its commitment to be the best and most widespread learning center in Indonesia through its educational services, especially language and other programs supported by state-of-the-art facilities.






* dikutip dari http://smart.lia.ac.id/ atas rekomendasi pengajar LIA Kalimalang yang diwawancarai : Mr. Asep
0 komentar

Jumat, 14 Oktober 2011

Tugas 1 : BUMN, BUMS, dan Cateri Paribus

BUMN
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merujuk kepada perusahaan atau badan usaha yang dimiliki pemerintah sebuah negara.
Ciri-ciri BUMN:
§  Penguasaan badan usaha dimiliki oleh pemerintah.
§  Pengawasan dilakukan, baik secara hirarki maupun secara fungsional dilakukan oleh pemerintah.
§  Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah.
§  Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
§  Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah.
§  Untuk mengisi kas negara, karena merupakan salah satu sumber penghasilan negara.
§  Agar pengusaha swasta tidak memonopoli usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak.
§  Melayani kepentingan umum atau pelayanan kepada masyarakat.
§  Merupakan lembaga ekonomi yang tidak mempunyai tujuan utama mencari keuntungan, tetapi dibenarkan untuk memupuk keuntungan.
§  Merupakan salah satu stabilisator perekonomian negara.
§  Dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi serta terjaminnya prinsip-prinsip ekonomi.
§  Modal seluruhnya dimiliki oleh negara dari kekayaan negara yang dipisahkan.
§  Peranan pemerintah sebagai pemegang saham. Bila sahamnya dimiliki oleh masyarakat, besarnya tidak lebih dari 49%, sedangkan minimal 51% sahamnya dimiliki oleh negara.
§  Pinjaman pemerintah dalam bentuk obligasi.
§  Modal juga diperoleh dari bantuan luar negeri.
§  Bila memperoleh keuntungan, maka dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
§  Pinjaman kepada bank atau lembaga keuangan bukan bank.

Jenis-jenis bumn:
PERSERO
Perusahaan persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas (PT) yang modal/sahamnya paling sedikit 51% dimiliki oleh pemerintah, yang tujuannya mengejar keuntungan.
Ciri-ciri Persero adalah sebagai berikut:
§  Pendirian persero diusulkan oleh menteri kepada presiden
§  Pelaksanaan pendirian dilakukan oleh mentri dengan memperhatikan perundang-undangan
§  Statusnya berupa perseroan terbatas yang diatur berdasarkan undang-undang
§  Modalnya berbentuk saham
§  Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan


PERJAN
Perusahaan Jawatan (perjan) sebagai salah satu bentuk BUMN memiliki modal yang berasal dari negara. Besarnya modal Perusahaan Jawatan ditetapkan melalui APBN. Ciri-ciri Perusahaan Jawatan antara lain sebagai berikut:
§  memberikan pelayanan kepada masyarakat
§  merupakan bagian dari suatu departemen pemerintah
§  dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada menteri atau dirjen departemen yang bersangkutan
§  status karyawannya adalan pegawai negeri

PERUM
Perusahaan Umum(PERUM) adalah suatu perusahaan negara yang bertujuan untuk melayani kepentingan umum,tetapi sekaligus mencari keuntungan.

Ciri-ciri Perusahaan Umum (Perum):
§  Melayani kepentingan masyarakat umum.
§  Dipimpin oleh seorang direksi/direktur.
§  Mempunyai kekayaan sendiri dan bergerak di perusahaan swasta.
Contohnya : Perum Pegadaian, Perum Jasatirta, Perum DAMRI, Perum ANTARA, Perum Peruri,Perum Perumnas,Perum Balai Pustaka.

BUMS
1.    Badan Usaha Milik Swasta

Ø Pengertian dan Pendirian Badan Usaha Milik Swasta
Pendirian badan usaha milik swasta merupakan konsekuensi logis untuk cabang cabang produksi yang tidak dapat dikelola oleh Negara sebagaimana dinyatakan oleh Pasal 33 UUD 1945.
Pendirian badan usaha swasta juga didukung oleh Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Setiap Warga Negara berhak atas Pekerjaan dan Penghidupan yang layak bagi Kemanusiaan”.
Ciri ciri dari badan usaha milik swasta adalah sebagai berikut,
·        Dimiliki oleh perseorangan atau persekutuan badan badan usaha.
·        Pemilik dapat bertindak sebagai pengelola.
·        Keuntugan dan kerugian menjadi tanggungan pemilik dan atau pemimpin.
·        Keberhasialn atau kegagalan badan usaha sangat tergantung pada kecakapan pemilik dan atau pemimpin.

Ø Bentuk Bentuk Badan Usaha Milik Swasta
Badan usaha swasta di Indonesia bias digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu
1)    Badan Usaha Milik Swasta Nasional
a)     Perusahaan Perseorangan
Perusahaan Perseorangan adalah badan usaha yang dimiliki oleh satu orang. Pemilik bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan
Perusahaan Perseorangan memiliki kelebihan sebagai berikut,
·        Aktivitas relatif sedikit dan sederhana.
·        Biaya organisasi rendah.
·        Manajemennya relative fleksible.
·        Rahasia perusahaan terjamin

Selain kebaikan, perusahaan perseorangan juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut,
·        Kemampuan manajemen terbatas karena hanya dipimpin oleh satu orang.
·        Kemampuan investasi umumnya terbatas

b)    Persekutuan Firma (Fa)
Firma diartikan sebagai persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemilik firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan.

c)     Persekutuan Komanditer
Persekutuan komanditer adalah merupakan suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

d)    Perseroan Terbatas (PT)
Bentuk badan usaha perseroan terbatas merupakan kumpulan orang orang yang diberi hak dan diakui oleh hukum untuk mencapai tujuan tertentu.
Perseroan terbatas dapat dibedakan sebagai berikut,
·        PT Terbuka (Tbk)
PT terbuka adalah perseroan yang menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal.
·        PT Tertutup
PT tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan tertentu.
·        PT Kosong
PT kosong adalh perseroan yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja.

e)     Yayasan
Yayasan adalah suatu bentuk badan usaha, tetapi tidak berbentuk perusahaan, sebab tidak mencari keuntugan. Badan usaha ini dibuat untuk tujuan social dan memiliki badan hukum.

2)    Badan Usaha Milik Swasta Asing
Badan usaha milik swasta asing ada di Indonesia diatur berdasarkan UU no.1 tahun 1967, tentang penanaman modal asing. Dalam UU ini diatur mengenai penanaman modal langsung pelaksanaan penanaman modal langsung ini harus dalam suatu badan hukum yaitu, perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Indonesia.


Ceteris Paribus
Cēterīs pāribus adalah istilah dalam bahasa Latin, yang secara harafiah dalam bahasa indonesia berarti "dengan hal-hal lainnya tetap sama".
Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribus seringkali digunakan, yaitu sebagai suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi.
Contoh : Harga dari daging sapi akan meningkat bila kuantitas daging sapi yang diminta oleh pembeli juga meningkat.
Ceteris Paribus adalah untuk menyatakan hubungan operasional antara harga dan kuantitas suatu barang (daging sapi). Dalam contoh di atas Ceteris Paribus hanya mengaitkan variabel “harga daging sapi” dengan satu variable, yaitu “kuantitas permintaan daging sapi” . Kondisi variabel lain kita asumsikan tetap, jika mengalami kenaikan atau penurunan maka variabel lain akan ikut berubah mengikuti apa yang diasumsikan tersebut, Ceteris Paribus. Variabel-variabel tersebut misalnya: harga barang substitusi (misalnya harga daging ayam atau daging kambing), tingkat penghindaran risiko para pembeli (misalnya ketakutan pada penyakit sapi gila), atau adanya tingkat permintaan keseluruhan terhadap suatu barang tanpa memperhatikan tingkat harganya (misalnya perpindahan masyarakat kepada vegetarianisme).

http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha

Minggu, 02 Oktober 2011

30 Seconds To Mars Biography


30 Seconds To Mars imagehttp://www.xfm.co.uk/artists/30-seconds-to-mars/biography
Launched in 1998 by frontman Jared Leto and his older brother, drummer Shannon Leto, 30 Seconds to Mars found success in the 2000s with a mix of post-grunge, screamo, and melodic hard rock. The band gained a modest audience with its self-titled debut, but it was the platinum-selling sophomore effort A Beautiful Lie that truly opened the flood gates in 2005, securing the band a healthy presence on MTV while paving the way for a series of successful tours. By placing all-access passes into 12 copies of the album, the bandmates also showed a savvy appreciation for marketing, which they revisited several years later by soliciting fans' photographs for the cover of their third album, This Is War.
Initially known for his work as an actor (most notably on the '90s TV drama My So-Called Life, as well as movies like Requiem for a Dream and Fight Club), Jared Leto decided to flex his musical muscles as he approached his 30s. He enlisted the help of his brother and co-founded 30 Seconds to Mars in 1998. The group made its studio debut four years later, releasing a self-titled album whose post-grunge sound betrayed an affinity for groups like Chevelle and Incubus. Although it only acheived modest success, the eponymous 30 Seconds to Mars still laid the foundation for a healthy career. Moreover, it convinced the bandmates to forge ahead in spite of Jared Leto's busy acting schedule, which had filled up with roles in Panic Room, Highway, American Pyscho, and Requiem for a Dream.
It ultimately took three years to record A Beautiful Lie, with the bandmates traveling to four continents to work with Leto on his movie sets. An emotional album based around the concept of change, A Beautiful Lie widened the band's sound by sampling from metal, neo-prog, and screamo. It also widened the band's audience by going platinum in America, acheiving gold status in multiple foreign countries, and producing several singles, including two Top 10 modern rock hits. 30 Seconds to Mars toured heavily as a result, sporting a new lineup that included lead guitarist Tomo Milicevic and bassist Matt Wachter (both of whom had also contributed to the album) in addition to the two Letos. Although Wachter threw in the towel in 2007, the band continued to tour around the world for the rest of the year, making stops at several major festivals (Roskilde, Pinkpop, Download) and opening shows for bands like the Used and Linkin Park.
Despite their growing momentum, 30 Seconds to Mars soon found themselves at war with their label, EMI/Virgin Records. The band had attempted to sign with a new label after the Beautiful Lie tour, prompting EMI to file a lawsuit for $30 million, claiming that 30 Seconds to Mars was contractually obligated to produce three albums before signing with another company. The legal dust settled as the band relented and returned to EMI's roster, and This Is War -- the band's third album, not to mention a stylistic return to the sound of their self-titled debut -- arrived in December 2009. To encourage audience participation, the band solicited photographs from their audience, the first 2,000 of which were used to create the album's 2,000 different covers.